Gejala Sinusitis Akut

Infeksi kronis sinus paranasal akan memberi kesan gangguan lokal atau menyeluruh yang memudahkan persistensi infeksi. Penelitian harus dilakukan pada deformitas hidung, polip, atau adenoid yang terkena infeksi atau hipertrofi yang mungkin menyebabkan obstruksi, pada gigi yang terinfeksi sebagai sumber sinusitis maksilaris, pada polip atau mukokel sinus, dan pada gangguan umum seperti alergi, kistik fibrosis, dan silia diskinetik. Sinusitis kronis atau berulang juga lazim dijumpai pada penderita yang tanpa antibodi sekretorik (IgA) dan pada status imunodefisiensi lainnya.

Gejala-gejala sinusitis kronik sangat bervariasi tetapi sering tidak mencolok, yakni :

- Demam ringan
- Malaise
- Mudah lelah
- Anoreksia
- Ingus hidung dapat bilateral atau unilateral
- Ada pembengkakan ruang turbinasi tengah
- Ingus encer yang disertai dengan bersin
- Cairan postnasal lazim, dan bila tidak ada adenoid yang terinfeksi atau infeksi saluran pernapasan akut

Setiap komplikasi sinusitis akut dapat terjadi pada sinusitis kronis. Istilah sinubronkitis kadang-kadang digunakan untuk menandai hubungan antara gejala-gejala sinus dan saluran pernapasan bawah. Dalam keadaan ini mungkin penderita akan mengalami jalan napas reaktif, kistik fibrosis, imunodefisiensi, atau silia diskinetik sebagai penyakit yang mendasari. Sinusitis dapat memperparah asma. Hubungan sinusitis kronis dengan asma dan alergi lebih lazim pada penderita dengan penyakit luas, sering ditandai dengan eosinofilia perifer.

Untuk mendiagnosis adanya sinus, rontgent sering digunakan tetapi mungkin disalah interpretasikan. Temuan diagnostik yang paling lazim adalah batas audara cairan dan kekeruhan total. Tebal mukosa 4 mm atau lebih. CT Scan merupakan indikator sensitif penyakit sinus dan mungkin diperlukan sebelum pembedahan direncanakan atau jika komplikasi sinusitis.

Pengobatan Sinusitis

Disamping organisme yang ditemukan selama sinusitis akut, streptokokus a-hemolitikus, S. aureus dan anaerob seringkali ditemukan pada biakan aspirat antrum. Pada umumnya, antimikroba yang tepat harus diberikan sampai dengan 6 minggu lamanya. Lagipula antihistamin dan dekongesta sering digunakan, terutama jika disertai manifestasi alergi. Seringkali diperlukan pembedahan.

Pada kistik fibrosis, kekeruhan sinus yang menyeluruh hampir selalu ada tetapi penyakit bergejala tidak lazim. Bila tidak ada gejala, pengobatan penyakit sinus tidak teridentifikasi.

Deformitas obstruksi hidung lokal harus diperbaiki, jika mungkin dan jaringan adenoid yang mengalami infeksi atau hipertrofi harus diambil


=====================================

>>> Obat Sinusitis Membantu Mengatasi Sinusitis, Mengatasi Peradangan, Sebagai Antibiotik Alami, Meluruhkan atau Menurunkan Demam, Menghilangkan Rasa Sakit dan Meluruhkan Dahak Serta Memperbaiki Jaringan Organ-Organ Tubuh Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Sinusitis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>